Pengertian Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) Menurut Para Ahli
Pengertian Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) Menurut Para Ahli. Menurut Sanjaya (2006: 255-257) Pembelajaran
kontekstual (Contextual Teaching and Learning) banyak dipengaruhi oleh
filsafat konstruktivisme yang mulai digagas oleh Mark Baldwin yang kemudian
dikembangkan oleh Jean Piaget. Pandangan filsasafat konstruktivisme tentang
pengetahuan mememgaruhi konsep tentang proses belajar. Belajar bukan hanya sekadar
menghafal tetapi proses mengkontruksikan pengetahuan melalui pengalaman.
Pengetahuan bukan hasil dari pemberian dari orang lain seperti guru
melainkan hasil dari proses mengkontruksikan yang dilakukan setiap individu.
Pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemberitahuan tidak akan
menjadi pengetahuan yang bermakna.
Ada tiga hal yang harus dipahami dalam pembelajaran
kontekstual CTL yaitu: (a) CTL menekankan kepada proses keterlibatan
siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses
pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan
agar siswa hanya menerima materi pelajaran, akan tetapi proses mencari
dan menemukan sendiri materi pelajaran. (b) CTL mendorong agar siswa
dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan
nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman
belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, karena bagi
siswa materi yang dipelajari tersebut akan tertanam erat di memori siswa,
sehingga tidak mudah untuk dilupakan. (c) CTL mendorong siswa untuk
dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya bukan hanya mengharapkan siswa
untuk memahami materi yang dipelajarinnya, tetapi bagaimana pelajaran itu dapat
mewarnai prilakunya dalam kehidupannya sehari-hari. Materi pelajaran bukan
hanya untuk ditumpuk dalam otak yang kemudian dilupakan, namun dijadikan
sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan nyata.
CTL adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada
filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna
dalam materi akademis yang mereka terima dan mereka menangkap makna dalam
tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan
pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya (Jonhson, 2011).
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep
belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya pada kehidupan mereka sehari-hari
(Taniredja, 2012: 52). Pembelajaaran CTL ini membuat siswa belajar untuk
memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya melalui mengaitkan
materi pembelajaran dengan keadaan nyata untuk memecahkan suatu masalah. Dengan
demikian siswa mendapatkan pengalaman secara langsung dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Secara konseptual CTL bermuatan karakter, yaitu memasukkan
nilai-nilai karakter ketika guru mengajar. Menanamkan nilai-nilai karakter
dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pertama, CTL dapat dimodifikasi dan
dikembangkan secara lebih kreatif untuk disesuaikan dengan nilai-nilai
karakter. Artinya, CTL dapat diisi muatan nilai karakter dari luar sesuai
kepentingan guru dalam proses pembelajaran. Kedua, nilai-nilai yang
terkandung di dalam CTL diaktualisasikan dalam pembelajaran, sehingga
niali-nilai karakter tersebut dapat ditanamkan atau diinternalisasikan ke dalam
diri siswa (Suyadi, 2013: 88).

Comments
Post a Comment
Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih