Kelebihan dan Kekurangan Metode Think Pair Share Menurut Para Ahli
Kelebihan Metode Think Pair Share (TPS) Menurut Para Ahli. Menurut Muslimin (2000: 6) metode Think Pair Share (TPS)
mempunyai kelebihan antara lain: meningkatkan pencurahan waktu pada tugas;
memperbaiki kehadiran; angka putus sekolah berkurang; sikap apatis berkurang;
penerimaan terhadap individu lebih besar; hasil belajar lebih mendalam;
dan meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi.
Penerapan metode TPS menuntut siswa menggunakan waktunya untuk mengerjakan tugas-tugas berupa permasalahan yang diberikan oleh guru pada tahap berpikir. Hal tersebut diharapkan siswa mampu memahami materi dengan baik dengan mengkonstruksikan pengetahuan awal yang dimiliki siswa.
Penerapan metode TPS menuntut siswa menggunakan waktunya untuk mengerjakan tugas-tugas berupa permasalahan yang diberikan oleh guru pada tahap berpikir. Hal tersebut diharapkan siswa mampu memahami materi dengan baik dengan mengkonstruksikan pengetahuan awal yang dimiliki siswa.
Tugas diberikan guru pada setiap pertemuan bertujuan untuk
melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Peran siswa dalam mengerjakan
tugas dari guru merupakan variasi dalam pembelajaran. Hal tersebut bertujuan
untuk mengondisikan siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta dapat
meningkatkan siswa untuk selalu hadir pada setiap pertemuan. Keterlibatan siswa
secara aktif diharapkan dapat memperbaiki kehadiran siswa.
Metode TPS diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa
dalam pembelajaran. Pembelajaran yang kreatif dengan metode yang aktif dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut berdampak positif agar
mengurangi angka putus sekolah dikarenakan siswa menjadi semangat dalam
belajar.
Pembelajaran yang monoton cenderung membuat sebagian besar
siswa merasa malas dan bosan. Fokus penilaian yang dilakukan oleh guru
cenderung pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan aspek psikomotor serta
afektif membuat siswa yang cenderung memahami materi hanya sebatas konsep.
Peningkatan kualitas pembelajaran dengan memperhatikan kreativitas serta
keaktifan siswa merupakan salah satu usaha untuk mengurangi sikap apatis.
Metode TPS lebih melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, dan tidak
monoton dibandingkan metode konvensional.
Model pembelajaran konvensional cenderung mengondisikan
sebagian siswa yang aktif di dalam kelas. Siswa aktif hanya sebagian yang rajin
dan cepat dalam menerima materi pelajaran. Hal semacam ini mengondisikan siswa
lain pasif dalam mengikuti pembelajaran. Metode TPS dapat diminimalisir siswa
yang pasif di kelas karena terlibat dengan permasalahan yang diberikan oleh
guru seingga pengetahuan yang diterima lebih besar.
Parameter dalam pembelajaran adalah hasil belajar yang
diraih oleh siswa. Melalui metode TPS perkembangkan hasil belajar siswa dapat
diidentifikasi secara bertahap, sehingga pada akhir pembelajaran hasil yang
diperoleh siswa dapat lebih optimal. Hasil belajar optimal serta pemahaman
mendalam merupakan harapan dalam pembelajaran di kelas.
Melalui metode TPS diharapkan dapat meningkatkan kebaikan
budi, kepekaan, dan toleransi. Sistem pembelajaran metode TPS menuntut siswa
untuk dapat bekerja sama dalam kelompok, sehingga siswa dituntut untuk dapat
belajar berempati, menerima pendapat orang lain atau mengakui secara sportif
jika pendapatnya tidak diterima.
![]() |
| Metode Think Pair & Share |
Lie (2008: 86) menyatakan bahwa kelebihan metode TPS adalah
meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, cocok digunakan untuk tugas
yang sederhana, memberikan lebih kesempatan untuk kontribusi masing-masing
anggota kelompok, interaksi antarpasangan lebih mudah, dan cepat membentuk
kelompoknya.
Pembelajaran yang aktif dan lebih berorientasi pada
aktivitas siswa dapat meningkatkan partisipasi siswa. Metode TPS mengondisikan
siswa agar selalu aktif dalam setiap tahap pembelajaran. Partisipasi siswa
terlihat dalam berpikir, berpasangan (kelompok), dan berbagi.
Pembentukan kelompok dalam metode TPS membutuhkan waktu
dalam mengondisikan sistem pembelajaran. Skala kelas dengan jumlah siswa yang
banyak membuat kelompok-kelompok yang terbentuk semakin banyak. Oleh karena hal
tersebut, metode TPS lebih cocok digunakan untuk tugas yang sederhana.
Metode TPS memberikan lebih kesempatan untuk kontribusi
masing-masing anggota kelompok karena dalam pembentukan kelompok sangat
sederhana. Kelompok dalam metode TPS dapat dilakukan dengan teman sebangku
secara berpasangan. Sebelum berpasangan didahului dengan tahap berpikir secara
individu. Proses berpikir secara individu dapat meningkatkan kontribusi anggota
kelompok.
Interaksi antarpasangan lebih mudah dalam Metode TPS,
dikarenakan pembentukan kelompok yaitu secara berpasangan. Komunikasi antara
dua siswa dapat berjalan lancar apabila dibandingkan dalam kelompok-kelompok
besar diskusi. Metode TPS lebih mudah dan cepat membentuk kelompoknya. Kelompok
yang sederhana dapat dilakukan dengan teman sebangku. Hal tersebut lebih
menghemat waktu pembentukan kelompok.
Berdasarkan uraian pendapat ahli di atas maka dapat
dirumuskan kelebihan metode TPS adalah memberikan kesempatan siswa untuk
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Pembentukan kelompok yang sederhana
dalam metode TPS dapat menghemat waktu serta meningkatkan partisipasi siswa
untuk berkontribusi dalam kelompok. Kemampuan guru dalam mengelola kelas dengan
baik serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa sangat penting dalam
meningkatkan pembelajaran.
Kekurangan Metode Think Pair Share (TPS) Menurut Para Ahli
Setiap metode pembelajaran disamping memiliki kelebihan
tentunya memiliki kekurangan. Kekurangan-kekurangan metode Think Pair Share
(TPS) dapat diuraikankan di bawah ini:
Kekurangan Metode Think Pair Share (TPS) Menurut Hartina
(2008: 12) adalah sebagai berikut:
- Sangat sulit diterapkan di sekolah yang rata-rata kemampuan siswanya rendah
- Waktu yang terbatas
- Jumlah kelompok yang terbentuk banyak
Kekurangan Metode Think Pair Share (TPS) Menurut Lie
(2005: 46) adalah sebagai berikut:
- Banyak kelompok yang melapor
- Perlu dimonitor,
- Lebih sedikit ide yang muncul
- Tidak ada penengah jika terjadi perselisihan dalam kelompok.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat dirumuskan
tentang kekurangan dalam metode TPS adalah membutuhkan koordinasi secara
bersamaan dalam aktivitas, membutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan
ruangan kelas, dan pembentukan kelompok dapat menyita waktu dalam pembelajaran.
Untuk menanggulangi hal tersebut hendaknya guru membuat perencanaan
pembelajaran yang seksama sehingga waktu lebih efektif.

Comments
Post a Comment
Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih